Perjalanan Panjang Youtube Dari Kecil Hingga Mendominasi

Perjalanan Panjang Youtube Dari Kecil Hingga Mendominasi

Perjalanan panjang Youtube sebagai salah satu nama situs terkenal yang paling sering mendapat kunjungan cukup menarik untuk kita ikuti bersama. Sebentar lagi kita akan kupas setajam silet setuntas – tuntasnya secara mendetail bagaimana sejarah Youtube sampai bisa menjadi terpandang seperti sekarang.

Platform berbagi video secara online tanpa tatap muka langsung ini rupanya belum berusia tua seperti kelihatannya, mengecoh para pengguna setianya. Kesalahpahaman tersebut muncul karena meskipun usianya baru seumuran biji jagung, namun tampilan Youtube begitu profesional dan memancarkan aura kematangan.

Perjalanan Panjang Youtube Dari Kecil Hingga Mendominasi

Youtube merupakan buah tangan mahakarya dari tiga serangkai alumni karyawan perusahaan dompet digital asal luar negeri yaitu situs terpercaya Paypal. Mereka adalah Chad Hurley, Jawed Karim, serta Steve Chen, bersama – sama bersepakat membuat proyek ambisius mengenasi situs saling sharing video.

Ide jenius serta brilian membangun Youtube mulanya tercetus saat Hurley bersama Steve mengeluhkan betapa sulitnya mengirimkan pesan video ke temannya. Mereka baru saja menghadiri acara pesta dinner bersama sesama rekan kerja seperjuangan di apartemen milik Steve Chen sekitaran San Fransisco.

Melalui kejadian tidak mengenakan tersebut, tiba – tiba terpikirkan sebuah rencana yaitu bagaimana seandainya mereka membuat sebuah situs berbagi video sekalian. Sebisa mungkin, fokusnya adalah tentang kemudahan dan kesederhanaan perihal mengunggah serta mengunduh video apapun juga, supaya tidak kesusahan bertukar video hampir sama dengan sosial media instagram memiliki manfaat tersebut.

Perjalanan Panjang Youtube Bermodalkan Garasi Terlantar

Dari sekian banyaknya lika – liku perjalanan panjang Youtube menjadi situs yang paling banyak dikunjungi seluruh dunia, tentunya ada pengalaman pahit. Ketiga sekawan jebolan Paypal tersebut harus bertahan dengan modal seadanya, sehingga terpaksa menyulap garasi terlantar menjadi kantor kerja official Youtube.

Perjalanan Panjang Youtube

Enam bulan lamanya mereka struggling, sebuah perusahaan pendanaan investor bernama Sequoia Capital melirik apa yang sedang ketiga orang itu kerjakan. Setelah melihat secara seksama dan mendetail, pihak Sequoia Capital menyambut positif pembuatan Youtube sehingga menggelontorkan dana senilai 11 juta dolar.

Alangkah senang bukan kepalang Hurley dan kawan – kawan mendapat kepercayaan sebesar itu sepanjang karier mereka dari sebuah perusahaan investasi raksasa. Mereka pun langsung merombak ulang strategi pemasaran perusahaan menjadi lebih matang dan profesional, lalu memindahkan kantor pusatnya ke ruko kecil.

Situs Youtube masih belum resmi beroperasi sembari menjalankan mode beta server bertepatan dengan hari raya Valentine pada 14 Februari 2005. Sebagai bahan percobaan, mereka meng-upload video perdana bertajuk Me at the Zoo berdurasi singkat, hanya sekitar beberapa menit saja.

Video sederhana yang menjadi bahan percontohan tersebut adalah milik Jawed Karim manakala ia berkunjung ke Diego Zoo di San Fransisco. Selanjutnya, mereka terus mengembangkan formula terbaik sampai pada akhirnya bersepakat meresmikan perilisan Youtube pada bulan November 2005 dengan percaya diri.

Meraih Kepercayaan dan Popularitas Secepat Kilat Dari Khalayak Ramai

Perjalanan panjang Youtube meskipun penuh banyak hambatan dan cobaan, namun semua kerja kerasnya terbayarkan dengan sepadan menuai hasil sangat memuaskan. Jumlah pengunjung Youtube melesat bagaikan kilat menyambar pohon siang hari, dalam delapan bulan saja sudah ada 65 ribu video terunggah.

Keadaan semakin bertambah positif manakala tercatat bahwa Youtube memiliki kunjungan halaman mencapai 100 juta kali setiap harinya dari seluruh dunia. Semenjak peletakan batu pertama, Youtube selalu menjadi bahan perbincangan hangat khalayak ramai di manca negara, termasuk salah satunya negara Indonesia.

Popularitas Secepat Kilat Dari Khalayak Ramai

Prestasi luar biasa bukan berarti tidak ada batu sandungan menghampiri, bahkan untuk perusahaan startup raksasa sekelas Youtube asal AS sekalipun. Beberapa kali mereka harus berhadapan langsung dengan stasiun televisi ternama yaitu CBS serta HBC karena mendapat tuduhan membajak program siaran.

Meskipun perselisihan berlangsung dengan sengit dan cukup a lot, namun pada akhirnya kedua kubu bersepakat untuk menyatakan perdamaian selama – lamanya. Kemudian, HBC membuktikan niat tulus ingin berdamai dengan cara membuat channel Youtube sebagai sarana promosi program siaran miliknya berulang kali.

Kejadian serupa juga terulang kembali namun kali ini datang dari perusahaan label rekaman musik berpengaruh besar yaitu EMI dan Warner. Kedua mega company tersebut mengikuti jejak HBC dengan menggunakan Youtube sebagai media pemasaran produk album dari para musisi asuhannya.